Jumat, 22 Januari 2016

SISTEM PENCERNAAN PADA MANUSIA



KATA PENGANTAR
 Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat, Inayah, Taufik dan Hinayahnya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga makalah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi pembaca dalam administrasi pendidikan dalam profesi keguruan.
Harapan kami semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga kami dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik. Makalah ini kami akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang kami miliki sangat kurang.
 Oleh kerena itu saya harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.




Palu, 15 January 2016


Penyusun,
Kelompok 3





BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Saluran pencernaan merupakan saluran yang menerima makanan dari luar dan mempersiapkannya untuk diserap oleh tubuh dengan jalan proses pencernaan (pengunyahan, penelanan, dan pencampuran) dengan enzim dan zat cairyang terbentang mulai dari mulut (oris) sampai anus. Dari saluran pencernaan akan terbentuk sistem pencernaan yang terdiri dari organ-organ pencernaan yang tergabung membentuk saluran pencernaan. saluran pencernaan tersebut terdiri dari Oris(mulut), Faring(tekak), Esofagus(kerongkongan) Ventrikulus(lambung), usus halus,usus besar, rektum, anus. Selain itu alat penghasil getah cerna terdiri dari Kelenjar ludah, kelenjar getah lambung, kelenjar hati, kelenjar pankreas, kelenjar getah usus. Selama dalam pankreas, pencernaan makanan dihancurkan menjadi zat-zat yang sederhana yang hanya diserap dan digunakan oleh sel jaringan tubuh. Berbagai perubahan sifat makanan terjadi karena kerja berbagai enzim yang terkandung di dalam berbagai cairan pencernaan. Setiap jenis zat mempunyai tugas khusus bekerja atas satu jenis makanan dan tidak mempunyai pengaruh terhadap jenis lain.


B.     Rumusan Masalah
1.    Organ-organ apa saja yang berperan   dalam sistem pencernaan?
2.    Bagaimana proses pencernaan dalam tubuh ?
3.    Kelenjar apa saja yang berperan dalam proses pencernaan?


C.       TUJUAN
a. Untuk bisa mengetahui bagaimana proses pencernaan yang terjadi di lambung, usus halus, dan usus besar
b. Untuk bisa mengetahui serta memahami Hormon dan enzim yang terkandung didalam system pencernaan tersebut
c. Untuk bisa mengetahui tentang kelenjar pencernaan, jenis, dan lokasi produksinya
BAB II
PEMBAHASAN
A.      PENGERTIAN SISTEM PENCERNAAN
Sistem Pencernaan merupakan saluran yang menerima makanan dari luar dan mempersiapkannya untuk diserap oleh tubuh dengan jalan proses pencernaan (pengunyahan, penelanan dan pencampuran) dengan enzim dan zat cair yang terbentang mulai dari mulut (oris) sampai anus.
Proses pencernaan merupakan suatu proses yang melibatkan organ-organ pencernaan dan kelenjar-kelenjar pencernaan, dan antara proses dan organ-organ serta kelenjarnya merupakan kesatuan system pencernaan. Pencernaan meliputi dua tahap yaitu kimiawi dan mekanis

-          Proses pencernaan secara mekanik
Yaitu proses perubahan makanan dari bentuk besar atau kasar menjadi bentuk kecil dan halus. Pada manusia dan mamalia umumnya, proses pencernaan mekanik dilakukan dengan menggunakan gigi.

-           Proses pencernaan secara kimiawi (enzimatis)
Yaitu proses perubahan makanan dari zat yang kompleks menjadi zat-zat yang lebih sederhana dengan menggunakan enzim. Enzim adalah zat kimia yang dihasilkan oleh tubuh yang berfungsi mempercepat reaksi-reaksi kimia dalam tubuh. Proses pencernaan makanan pada manusia melibatkan alat-alat pencernaan makanan. Alat-alat pencernaan manusia adalah organ-organ tubuh yang berfungsi mencerna makanan yang kita makan. Alat pencernaan dapat dibedakan atas saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan. Kelenjar pencernaan menghasilkan enzim-enzim yang membantu proses pencernaan kimiawi. Kelenjar-kelenjar pencernaan manusia terdiri dari kelenjar air liur, kelenjar getah lambung, hati (hepar), dan pankreas. Berikut ini akan dibahas satu per satu proses pencernaan yang terjadi di dalam saluran pencernaan makanan pada manusia


B.      FUNGSI SITEM PENCERNAAN
Fungsi utama system ini adalah untuk menyediakan makanan, air, dan elektrolit bagi tubuh dari nutrient yang dicerna sehingga siap diabsorpsi. Pencernaan berlangsung secara mekanik dan kimia, dan meliputi proses – proses berikut :
1. Ingesti adalah masuknya makanan ke dalam mulut.
2. Pemotongan dan penggilingan makanan dilakukan secara mekanik oleh gigi.
3. Peristaltik adalah gelombang kontraksi otot polos involunter yang menggerakkan makanan tertelan melalui saluran pencernaan.
4. Digesti adalah hidrolisis kimia (penguraian) molekul besar menjadi molekul kecil sehingga absorpsi dapat berlangsung.
5. Absorpsi adalah pergerakan produk akhir pencernaan dari lumen saluran pencernaan ke dalam sirkulasi darah dan limfatik.
6. Egesti (defekasi) adalah proses eliminasi zat – zat sisa yang tidak tercerna.

C.      SISTEM PENCERNAAN MAKANAN MANUSIA
A. SALURAN PENCERNAAN
1. RONGGA MULUT (CAVUM ORIS)
2. ESOFAGUS (KERONGKONGAN)
3. LAMBUNG (VENTRIKULUS)
 4. INTESTINUM TENUE (USUS HALUS)
5. KOLON (USUS BESAR)
B. KELENJAR PENCERNAAN

1.      RONGGA MULUT
Mulut adalah pintu masuk makanan. Di dalam mulut terdapat lidah, rongga mulut, kelenjar ludah, dan gigi. Jadi fungsi mulut bermacam-macam yaitu menghancurkan makanan, mencerna makanan, mengecap rasa makanan, dan membantu menelan makanan. Di dalam mulut terjadi pencernaan mekanis (dengan gigi dan lidah) dan pencernaan kimiawi (dengan ludah yang mengandung enzim ptialin). Berikut adalah gambar anatomi mulut beserta bagian-bagiannya: Mulut terdiri dari:

ronnga mulut.png

1. Langit-langit
 2. Gigi
3. Gusi
4. Tulang langit-langit
5. Pembuluh darah dan saraf langit-langit
6. Amandel
7. Lidah
8. Anak lidah


2.      ESOFAGUS (KERONGKONGAN)
Kerongkongan adalah penghubung antara mulut dan lambung. Kerongkongan disebut juga esofagus. Kerongkongan berbentuk tabung dan terdapat otot. Otot pada kerongkongan berfungsi untuk membawa makanan dari mulut ke lambung dengan menggunakan gerak peristaltik. Berikut adalah gambar anatomi kerongkongan beserta bagian-bagiannya: Kerongkongan dibagi menjadi tiga bagian yaitu:

14331-0550x0475.jpg


1. Bagian superior yang sebagian besar terdiri dari otot rangka.
2. Bagian tengah yang terdiri dari campuran otot rangka (otot lurik) dan otot polos.
3. Bagian inferior yang terdiri dari otot polos.


3.       LAMBUNG
 Lambung adalah organ pencernaan yang berfungsi untuk mencerna berbagai zat-zat makanan. Letak lambung berada di bawah sekat rongga badan. Di dalam lambung terjadi pencernaan kimiawi dengan menggunakan enzim pepsin, enzim renin, enzim lipase, dan asam lambung (HCl). Berikut adalah gambar anatomi lambung beserta bagian-bagiannya :

susunan-bagian-dalam-organ-lambung.jpg

Lambung terdiri dari tiga bagian utama yaitu kardiak, fundus, dan pilorus. Di ujung bagian atas lambung yang berbatasan dengan kerongkongan terdapat sfingter yang berfungsi untuk menjaga makanan agar tidak keluar dari lambung dan dimuntahkan kembali. Sedangkan di bagian bawah yang berbatasan dengan usus dua belas jari disebut sfingter pilorus –

 Proses pencernaan kimiawi di lambung adalah salah satu proses pencernaan di dalam lambung yang menggunakan zat kimiawi terutama dengan menggunakan enzim. Di dalam lambung, terdapat beberapa zat enzim yaitu:
-          Renin, berfungsi mengendapkan protein pada susu (kasein) dari air susu (ASI). Hanya dimiliki oleh bayi.
-          Pepsin, berfungsi untuk memecah protein menjadi pepton.
-          HCl (asam klorida), berfungsi untuk mengaktifkan pepsinogen menjadi pepsin. Sebagai disinfektan, membunuh kuman, serta merangsang pengeluaran hormon sekretin dan kolesistokinin pada usus halus. Dengan HCL, pH menjadi lebih asam yaitu di antara 1 sampai 3.
-          Lipase, berfungsi untuk memecah lemak menjadi asam lemak dan gliserol. Namun lipase yang dihasilkan sangat sedikit.
 Lambung menghasilkan hormon gastrin yaitu hormon yang berfungsi memacu sekresi getah lambung yang mengandung HCl (Asam Klorida). Adanya HCL menebabkan terangsangnya sel-sel getah usus dan mengeluarkan hormon sekretin dan kolesistokinin. Berikut adalah fungsi hormon tersebut:
-          Hormon sekretin berfungsi memacu kelenjar pankreas untuk menyekresikan getahnya.
-          Hormon kolesistokinin berfungsi merangsang kantung empedu mengeluarkan bilus (empedu) yang berfungsi untuk mengemulsi lemak.
 Dengan berbagai pengertian dan penjelasan tentang lambung di atas, maka dapat disimpulkan proses pencernaan kimiawi di lambung seperti berikut:
Dari kerongkongan, makanan masuk ke lambung. Di dalam lambung, makanan dicerna secara kimiawi dengan bantuan enzim yang disebut renin dan pepsin. Enzim renin akan menggumpalkan protein susu yang ada dalam air susu sehingga dapat dicerna lebih lanjut. Di dalam lambung terdapat asam klorida yang menyebabkan lambung menjadi asam. Asam klorida dihasilkan oleh dinding lambung. Asam klorida berfungsi untuk membunuh kuman penyakit dan mengaktifkan pepsinogen menjadi pepsin. Pepsin berperan mengubah protein menjadi pepton. Ketika proses pencernaan terjadi di lambung, otot-otot dinding lambung berkontraksi. Hal tersebut menyebabkan makanan akan tercampur dan teraduk dengan enzim serta asam klorida. Secara bertahap, makanan akan menjadi berbentuk bubur. Kemudian, makanan yang telah mengalami pencernaan akan bergerak sedikit demi sedikit ke dalam usus halus.

4.      USUS HALUS
Usus halus adalah tempat penyerapan sari-sari makanan. Disini juga terjadi proses pencernaan kimiawi dengan bantuan enzim tripsin, enzim disakarase, enzim erepsin, dan enzim lipase. Sari-sari makanan diserap melalui jonjot-jonjot usus yang disebut vili. Seluruh sari makanan kecuali asam lemak dan gliserol diangkut melalui vena porta menuju ke hati. Sedangkan asam lemak dan gliserol diangkut melalui pembuluh limfa. Berikut adalah gambar anatomi usus halus:

usus-halus.jpg

 Usus halus merupakan kelanjutan dari lambung. Usus halus memiliki panjang sekitar 6 - 8 meter. Usus halus terbagi menjadi 3 bagian yaitu:

 - duodenum (± 25 cm),
 - jejunum (± 2,5 m),
- ileum (± 3,6 m).

Pada usus halus hanya terjadi pencernaan secara kimiawi saja, dengan bantuan senyawa kimia yang dihasilkan oleh usus halus serta senyawa kimia dari kelenjar pankreas yang dilepaskan ke usus halus. Senyawa yang dihasilkan oleh usus halus adalah :
-          Disakaridase Menguraikan disakarida menjadi monosakarida
-          Erepsinogen Erepsin yang belum aktif yang akan diubah menjadi erepsin. Erepsin mengubah pepton menjadi asam amino.
-          Hormon Sekretin Merangsang kelenjar pancreas mengeluarkan senyawa kimia yang dihasilkan ke usus halus
-          Hormon CCK (Kolesistokinin) Merangsang hati untuk mengeluarkan cairan empedu ke dalam usus halus. Setelah diproses di perut, makanan akan diteruskan ke usus kecilmelalui sfingter pilorus . Mayoritas pencernaan dan penyerapan terjadi di sini setelah susu air perut yg menghancurkan makananmemasuki duodenum . Di sini selanjutnya dicampur dengan tiga cairan yang berbeda:
-          Empedu , yang emulsifies lemak untuk memungkinkan penyerapan,menetralkan air perut yg menghancurkan makanan dan digunakan untuk mengeluarkan produk sampah seperti Bilin dan asam empedu . Empedu diproduksi oleh hati dan kemudian disimpan dalam kantong empedu di mana ia akan dilepaskan ke usus kecil melalui saluran empedu . Empedu di kandung empedu jauh lebih terkonsentrasi.
-          Pankreas jus yang dibuat oleh pankreas , yang mengeluarkan enzim seperti amilase pankreas , lipase pankreas , dan tripsinogen(bentuk tidak aktif dari protease ).
-          Usus jus disekresikan oleh kelenjar usus di usus kecil . Ini berisi enzim seperti enteropeptidase , erepsin , tripsin , chymotrypsin ,maltase , laktase , dan sukrase (semua tiga di antaranya proses hanya gula ).

Tingkat pH meningkat di usus kecil karena semua tiga cairan yang basa . Lingkungan yang lebih mendasar menyebabkan enzim lebih bermanfaat untuk mengaktifkan dan mulai untuk membantu dalam pemecahan molekul seperti gelembung-gelembung lemak .
 Kecil, jari-seperti struktur yang disebut vili , dan mereka sel epitel ditutupi dengan berbagai mikrovili meningkatkan penyerapan nutrisi dengan meningkatkan luas permukaan dari usus dan kecepatan di mana meningkatkan nutrisi diserap. Darah yang mengandung nutrisi yang diserap dilakukan jauh dari usus kecil melalui pembuluh darah portaldan pergi ke hati untuk menyaring, penghapusan racun, dan pengolahan nutrisi. Usus kecil dan sisanya dari saluran pencernaan mengalami peristaltikuntuk mengangkut makanan dari lambung ke rektum dan memungkinkan makanan untuk dicampur dengan jus pencernaan dan diserap.
Otot-otot melingkar dan otot longitudinal otot antagonis , dengan satu kontrak seperti yang lain berelaksasi. Ketika kontrak otot melingkar, yang lumen menjadi lebih sempit dan lebih lama dan makanan diperas dan didorong ke depan. Ketika kontrak otot memanjang, otot-otot melingkar bersantai dan usus berdilatasi menjadi lebih luas dan lebih pendek untuk memungkinkan makanan masuk.

5.      USUS BESAR
Usus besar adalah usus yang terbesar.
Fungsi usus besar adalah untuk memilah kembali hasil pencernaan. Disini terjadi penyerapan air dengan jumlah yang terbesar daripada organ lain dan terjadi proses pembusukan sisa-sisa makanan dengan bantuan bakteri. Berikut adalah gambar anatomi usus besar beserta bagian-bagiannya. Struktur usus besar terdiri dari:

uss bsr.jpg

1. Usus buntu
2. Kolon asedens (kolon naik)
3. Kolon transversum (kolon datar)
4. Kolon desendens (kolon turun) Rektum. Tempat menyimpan feses sebelum dikeluarkan melalui anus.

 Setelah makanan telah melewati usus kecil, makanan memasuki usus besar . Di dalamnya, pencernaan dipertahankan cukup lama untuk memungkinkan fermentasi karena aksi bakteri usus, yang memecah beberapa zat yang tetap setelah pengolahan dalam usus kecil, beberapa produk pemecahan diserap. Pada manusia, ini termasuk sakarida paling kompleks (paling banyak tiga disakarida yang dicerna pada manusia).

 Selain itu, dalam banyak vertebrata, usus besar menyerap kembali cairan, dalam beberapa, dengan gaya hidup padang pasir, reabsorbtion ini membuat kelangsungan mungkin. Secara umum, usus besar kurang kuat dalam kegiatan serap. Ini menghasilkan sacculation, memperbaharui sel-sel epitel, dan menyediakan lendir pelindung dan kekebalan mukosa. Pada manusia, usus besar kira-kira 1,5 meter panjang, dengan tiga bagian:
-          sekum di persimpangan dengan usus kecil , yang usus , dan rektum .
-          The usus itu sendiri memiliki empat bagian: usus menaik , yang kolon melintang , pada kolon desendens , dan kolon sigmoid .

Usus besar menyerap air dari air perut yg menghancurkan makanan dan tokokotoran sampai dapat egested . Produk makanan yang tidak bisa pergi melalui vili , seperti selulosa ( dietary fiber ), yang dicampur dengan produk limbah lainnya dari tubuh dan menjadi keras dan terkonsentrasi kotoran . Kotoran disimpan dalam rektum untuk jangka waktu tertentu dan kemudian tinja disimpan dihilangkan dari tubuh karena kontraksi dan relaksasi melalui anus . Keluarnya bahan limbah diatur oleh sfingter anal .

·      KLENJAR PENCERNAAN
kelenjr pncernaan.jpgKelenjar pencernaan ialah organ pada manusia yang menghasilkan enzim enzim untuk membantu proses pencernaan makanan.




A.   KELENJAR HATI

Kelenjar hati ialah kelenjar pencernaan yang terletak pada rongga perut sebelah kanan. Kelenjar hati ialah  kelenjar pencernaan terbesar pada manusia yang berwarna merah kecoklatan.
Pada bagian depan hati terdapat kantung empedu yang berguna untuk menampung cairan empedu sebelum disalurkan untuk mencerna makanan. Empedu dibuat dari perombakan sel sel darah merah yang telah mati atau rusak. Hati mampu memproduksi 0.5 liter cairan empedu setiap harinya. Cairan empedu berguna untuk mengelmusikan lemak yaitu mengubah ukuran lemak menjadi partikel partikel yang lebih kecil agar lebih mudah diserap dan di edarkan oleh darah ke seluruh tubuh. 

Hati (hepar)terletak di rongga perut sebelah kanan, tepat di bawah rongga dada atau diafragma. Organ ini merupakan kelenjar terbesar dalam tubuh manusia dengan berat kira-kira dua kilogram pada orang dewasa.

 Hati mengeluarkan getah empedu atau bilus melalui pembuluh hepatikus untuk disimpan dalam kandung empedu. Getah empedu mengandung garam empedu(natrium glikokolat taurokolat) dan zat warna empedu (bilirubin). Hepar sebagai kelenjar pencernaan mengeluarkan getah empedu yang mengandung garam-garam empedu ke dalam usus dua belas  jari (duodenum) untuk mencerna lemak. Selain itu, hepar juga berfungsi sebagai alat ekskresi dengan membentuk zat warna empedu dan hasil perombakan sel-sel darah merah dan membentuk urea.

Urea berasal dan penguraian amonia dan karbon dioksida. Amonia merupakanzat yang sangat beracun bagi tubuh kita. Amonia yang terkumpul di dalam tubuh dalam jumlah banyak akan berakibat fatal. Akan tetapi, hati mengubah ammonia menjadi urea yang tidak beracun bagi tubuh kita.
Di samping berperan sebagai alat ekskresi dan kelenjar pencennaan, hati juga berfungsisebagai berikut.

1.    Membunuh kuman dan menawarkan racun yang masuk ke dalam tubuh.
2.    Mengatur kadar gula dalam darah dengan cara menyimpan kelebihan gula dalam bentuk glikogen,  atau Sebaliknya mengubah glikogen menjadi zat gula apabila kadar gula dalam darah menurun. Pengaturan kadar gula darah oleh hati menjadikan kadar gula dalam darah kita dapat terjaga lebih kurang 0,1%, baik setelah makan maupun pada waktu puasa.
3.    Tempat pembentukan provitamin Amenjadi vitamin A. Provitamin A berasal dan buah-buahan yang berwarna merah kekuning-kuningan. Kerongkongan
4.    Tempat pembentukan protrombin dan fibrinogen. Kedua zat iniberperan penting dalam proses pembekuan darah ketika tubuh terluka.
5.    Menetralkan  obat dan racun
6.    Pembentukan dan Pengeluaran cairan empedu
7.    Sebagai tempat membongkar sel darah merah (eritrosit ) yang telah tua atau rusak. Hemoglobin dalam eritrosit dibongkar menjadi zat besi, globin dan hemin. Hemin diurai menjadi bilirubin dan biliverdin

2. KELENJAR LAMBUNG
Kelenjar lambung ialah kelenjar pencernaan yang menghasilkan enzim asam klorida, renin, pepsin. Enzim pada lambung dihasilkan oleh dinding lambung. Asam klorida (HCL) dipengaruhi oleh hormon gastrin dan gerak refleks yang muncul ketika makanan masuk ke dalam lambung.
Berikut enzim yang diroduksi oleh dinding lambung beserta fungsinya :
1. Asam klorida (HCL) untuk membunuh kuman penyakit dan bakteri yang masuk bersama makanan.
2. Renin untuk mengendapkan protein susu pada air susu yang hanya terdapat pada asi.
3. Pepsin untuk untuk mengubah protein menjadi pepton
.
Lambung memiliki kelenjar yang menghasilkan enzim pepsinenzim renin dan asam khlorida (HCl). Enzim pepsin berasal dari pepsinogen yang diaktifkan oleh asam lambung. Sekresi atau pengeluaran asam lambung dipengaruhi oleh refleks jika ada makanan yang masuk ke dalam lambung, serta dipengaruhi oleh hormon gastrin yang dikeluarkan oleh dinding lambung. Produksi asam lambung yang berlebih dapat membuat radang pada dinding lambung.
Kelenjar lambung adalah salah satu kelenjar pencernaan yang terdapat di dalam lambung sehingga di sebut kelenjar lambung. Kelenjar lambung menghasilkan banyak zat penting bagi sistem metabolisme tubuh, mulai dari hormon, enzim ataupun asam yang masing-masing mempunyai fungsi yang berbeda. Kelenjar lambung menghasilkan enzim-enzim pencernaan yang berfungsi untuk merubah zat makanan sesuai dengan fungsinya. Setidaknya ada 2 jenis enzim, hormon satu jenis asam yang di hasilkan oleh kelenjar lambung, yaitu:
Enzim Pencernaan yang di hasilkan oleh kelenjar lambung
-       Enzim pepsin. Enzim pepsin adalah enzim yang berfungsi untuk mengubah protein menjadi pepton. Enzim pepsin yang dikeluarkan oleh kelenjar lambung merupakan hasil konversi dari pepsinogen yang diaktifkan oleh asam lambung.
-       Enzim rennin. Enzim renin adalah enzim pencernaan yang terdapat di lambung yang berfungsi untuk mengubah kaseinogen menjadi kasein.
    Asam yang di hasilkan oleh kelenjar lambung
-          Asam lambung atau asam klorida (HCL) adalah asam yang di hasilkan oleh kelenjar lambung. Asam lambung membantu mengaktifkan pepsinogen menjadi enzim pepsin yang berfungsi untuk mengubah proatein menjadi pepton.  Sekresi atau pengeluaran asam lambung dipengaruhi oleh refleks yang timbul ketika ada makanan yang masuk ke dalam lambung, serta dipengaruhi oleh hormon gastrin yang dikeluarkan oleh dinding lambung. Produksi asam lambung yang berlebih dapat membuat radang pada dinding lambung.
   Hormon yang di hasilkan kelenjar lambung
-       Hormon gastrin adalah hormon yang diproduksi oleh sel G di lambung yang berfungsi untuk merangsang sekresi asam lambung.
Berikut ini adalah sajian lengkap mengenai struktur atau bagian-bagian dari organ lambung beserta fungsinya bagi tubuh. simak sajian lengkapnya berikut ini.

Struktur dan Fungsi Organ Lambung

Lambung atau Ventrikulus merupakan suatu kantong yang terletak di bawah sekat rongga badan. Fungsi lambung secara umum adalah tempat dimana makanan dicerna dan sejumlah kecil sari-sari makanan tersebut diserap. Lambung terdiri dari 3 bagian, yaitu:
1.      Kardia, Lambung bagian atas, daerah pintu masuknya makanan dari kerongkongan itu sendiri
2.      Fundus, Lambung bagian tengah dan bentuknya membulat
3.      Pilorus, Lambung bagian bawah, lambung bagian yang ini adalah daerah yang berhubungan dengan usus 12 jari atau sering disebut dengan duodenum.

Selain ke-3 bagian lambung tersebut, lambung juga memiliki 4 lapisan, diantaranya adalah:
1.    Mucosa, adalah lapisan dimana sel-sel mengeluarkan berbagai jenis cairan seperti enzim, asam lambung, dan hormon. Lapisan ini berbentuk seperti palung untuk memperbesar perbandingan antara luas dan volume sehingga memperbanyak volume getah lambung yang dapat dikeluarkan. Lapisan mucosa memiliki 3 jenis sel yang berfungsi dalam pencernaan, yaitu:
2.    Sel Goblet (goblet cell), berfungsi untuk memproduksi mucus atau lendir yang akan digunakan untuk menjaga lapisan terluar sel agar tidak rusak karena enzim pepsin dan asam lambung.
3.    Sel Parietal, berfungsi memperoduksi asam lambung (Hydrochloric) yang bermanfaat untuk mengaktifkan enzim pepsin, diperkirakan bahwa sel ini memproduksi 1.5 mol dm-3 asam lambung yang membuat tingkat keasaman dalam lambung mencapai pH2.
4.    Sel Chief, berfungsi untuk memproduksi pepsinogen, yaitu suatu enzim dalam bentuk tidak aktif. Sl ini memproduksi dalan bentuk tidak aktif agar enzim tersebut tidak mencerna protein yang dimiliki oleh sel tersebut yang dapat menyebabkan kamtian pada sel tersebut.

Dibagian dinding lambung sebelah dalam terdapat kelenjar-kelenjar yang menghasilkan getah lambung. Aroma, bnetuk, warna dan selera terhadap makanan secara refleks akan menimbulkan sekresei getah lambung. Getah lambung ini mengandung asam lambung (HCl), pepsin, musin, dan renin. Asam lambung ini berperan aktif sebagai pembunuh mikroorganisme dan mengaktifkan enzim pepsinogen menjadi pepsin.

1.       Submucosa, ialah lapisan dimana pembuluh darah arteri dan vena dapat ditemukan untuk menyalurkan nutrisi dan oksigen ke sel-sel perut sekaligus untuk membawa nutrisi yang diserap, urea, dan karbon dioksida dari sel-sel tersebut.
2.       Muscularis, adalah lapisan otot yang membantu perut dalam pencernaan mekanis. Lapisan ini dibagi menjadi 3 lapisan otot, yakni : otot melingkar, memanjang, dan menyerong, kontraksi ketiga macam lapisan otot tersebut akan menimbulkan gerak peristaltik.
3.       Gerak Peristaltik( gerak emnggelombang), gerak ini akan emngakibatkan makanan yang terdapat di dalam lambung diaduk-aduk. Lapisan terluar yaitu serosa yang memiliki fungsi sebagai lapisan pelindung perut. Sel-sel di lapisan ini mengeluarkan sejenis cairan untuk mengurangi gaya gesekan yang terjadi antara perut dengan anggota tubuh lainnya.

Adapun peran atau fungsi lain lambung tersebut, daiantaranya adalah sebagai berikut:

1.       Memproses dan mengubah protein menjadi pepton
2.       Lemak yang masuk ke dalam tubuh akan mulai dicerna di dalam lambung
3.       Membekukan susu dan mengeluarkan kasein
4.       Semua makanan yang kita konsumsi akan dicairkan dan dicampurkan dengan asam hidroklorida. Jika proses tersebut telah dilakukan, maka usus akan siap mencerna cairan-cairan yang datang dan telah diproses oleh lambung tersebut.

KELENJAR USUS
Kelenjar pada usus halus menghasilkan enzim enterokinase, enzim erepsin (peptidase), enzim maltase, enzim sukrase, enzim laktase dan enzim nuklease serta lipase. Pengeluaran enzim-enzim ini dipengaruhi oleh hormon enterokrinin yang dihasilkan oleh duodenum.

Kelenjar pada usus halus menghasilkan enzimenterokinase, enzim erepsin (peptidase), enzimmaltase, enzim sukrase, enzim laktase dan enzimnuklease serta lipase. Pengeluaran enzim-enzim in idipengaruhi oleh hormon enterokrinin yang dihasilkanoleh duodenum.


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhH9eokFoh_sjRaBQYkzU5hgcj8Y6Yrf-lsa7CgN-wKj9UiEmjF6OleQLeA6booNG1Xe6QapyCVal7a912Xv4SONHpw8FA4HZXJ7tOGmSdRa4aODfdO2qSpWqD1A8oHHA8TdpboSk4aUUkJ/s400/kelenjar+usus.jpg
Kandungan Kelenjar usus
Enzim yang Dihasilkan Kelenjar Usus adalah:
  • Peptidase, berfungsi mengubah peptide menjadi asam amino
  • Sukrase, berfungsi mengubah sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa.
  • Maltase, berfungsi mengubah maltose menjadi glukosa d. Laktase, berfungsi mengubah laktosa menjadi glukosa dan galaktosa
Usus halus menghasilkan hormon sekretin dan kolesistokinin yang berfungsi merangsang pengeluaran getah pankreas dan cairan empedu (getah empedu).

·        KELENJAR PANKREAS
Kelenjar pankreas ialah kelenjar pencernaan yang terletak di dalam rongga perut dekat lambung dan usus halus. Pankreas menghasilkan enzim pencernaan yang disalurkan ke dalam usus. Enzim yang dihasilkan oleh pankreas dipengaruhi oleh hormon sekretin yang diproduksi oleh usus duabelas jari.
Berikut enzim yang dihasikan oleh pankreas beserta fungsinya :
1. Amilase untuk mengubah amilum menjadi glukosa
2. Lipase untuk mengubah lemak menjadi asam lemak dan mengubah lemak menjadi gliserol.
3. Tripsin untuk mengubah protein menjadi senyawa asam amino.
Kantong empedu
empedu
Kantong empedu menempel di hati, sebagai tempat menampung cairan empedu. Empedu dihasilkan dari perombakan sel darah merah yang tua atau rusak oleh hati. Cairan empedu dialirkan ke dalamduodenum. Pengeluaran cairan empedu dipengaruhi oleh hormon kolesistokinin. Hormon ini dihasilkan oleh duodenum.
Kelenjar pankreas terletak di rongga perut di dekat lambung. Pankreas menghasilkan enzim pencernaan yang dialirkan menuju duodenum, yaitu:enzim amilase, enzim tripsinogen, enzim lipase dan NaHCO3. Sekresi enzim dari pankreas dipengaruhi oleh hormon sekretin. Hormon sekretindihasilkan oleh duodenum pada saat makanan masuk duodenum (usus dua belas jari).

Kelenjar pankreas adalah sebuah alat yang panjang melintang pada dinding belakang perut dan berjalan ke kiri sampai pada limfa. Perhatikan gambar 5.10. Ujungnya terletak dalam lengkung usus dua belas jari. Saluran kelenjar pankreas bermuara di dalam  usus dua belas jari bersama dengan saluran empedu. Sebagian jaringan pada pankreas dapat mengeluarkan getahnya yaitu insulin. Insulin akan dicurahkan langsung ke dalam darah. Karena itu, maka kelenjar pankreas disebut juga kelenjar buntu. Bubur makanan yang keluar dari lambung dan masuk ke dalam usus halus bercampur dengan  empedu dan getah kelenjar pankreas sehingga pencernaan makanan
kelenjar pankreas adalah organ aksesoris pada sistem pencernaan yang memiliki dua fungsi utama: menghasilkan enzim pencernaan atau fungsi eksokrin serta menghasilkan beberapa hormon atau fungsi endokrin. Kelenjar pankreas terletak pada kuadran kiri atas abdomen atau perut dan bagian kaput/kepalanya menempel pada organ duodenum. Produk enzim akan disalurkan dari pankreas ke duodenum melalui saluran kelenjar pankreas utama.
Fungsi Kelenjar Pankreas
Fungsi Kelenjar Pankreas

Beberapa fungsi dari kelenjar pankreas adalah :
1.     Mengatur kadar gula dalam darah melalui pengeluaran glucogen, yang menambah kadar gula dalam darah dengan mempercepat tingkat pelepasan dari hati.
2.     Pengurangan kadar gula dalam darah dengan mengeluarkan insulin yang mana mempercepat aliran glukosa ke dalam sel pada tubuh, terutama otot. Insulin juga merangsang hati untuk mengubah glukosa menjadi glikogen dan menyimpannya di dalam sel-selnya.
3.     Kelenjar pankreas terdapat dekat dengan perut dan memiliki dua fungsi utama. Seiring dengan produksi hormon, ia memiliki peran lain untuk bermain dalam metabolisme tubuh serta.
4.     Dua fungsi utama kelenjar ini adalah untuk mengatur kadar glukosa darah dalam aliran darah dengan hormon insulin dan glukagon, dan membantu dalam pencernaan makanan oleh enzim pencernaan mensekresi.
5.     Fungsi pertama mengatur BSL dalam tubuh dilakukan dengan bantuan alpha dan beta sel, yang mensekresi glukagon dan insulin masing-masing. Ketika BSL naik, insulin melakukan pekerjaan mengkonversi glukosa darah ekstra menjadi glikogen, yang digunakan sebagai cadangan energi.
6.     Demikian pula, fungsi lain dari pankreas, ketika BSL menurunkan di bawah normal, sel-sel alfa yang membentuk glukagon, kembali mengubah glikogen menjadi glukosa dari cadangan dalam hati dan ini dilepaskan dalam aliran darah. Oleh karena itu, diabetes dan masalah kesehatan lainnya diatur dengan cara ini.
7.     Fungsi pencernaan sederhana untuk memahami, seperti pankreas menghasilkan enzim pencernaan yang disebut sari pankreas. Ini membantu makanan untuk lulus dari usus kecil ke besar, membuat pencernaan lancar dan mengubah makanan menjadi bahan yang bermanfaat.





KELENJAR LUDAH

Kelenjar ludah ialah kelenjar pencernaan yang pertama kali mencerna makanan ketika makanan masuk ke dalam mulut. Kelenjar ludah menghasilkan enzim ptialin yang berguna untuk mengubah zat tepung menjadi gula.
1. Kelenjar ludah (parotis)
ludah
Kelenjar ludah terdapat di bawah lidah, di rahang bawah sebelah kanan dan kiri serta di bawah telinga sebelah kanan dan kiri faring. Kelenjar ludah menghasilkan air ludah (saliva). Saliva keluar dipengaruhi oleh kondisi psikhis yang membayangkan makanan tertentu serta refleks karena adanya makanan yang masuk ke dalam mulut. Saliva mengandung enzim ptialin atau amilase ludah.
Kelenjar ludah 
Kelenjar ludah merupakan kelenjar yang ada di rongga mulut. Mempunyai fungsi untuk memproduksi larutan mukus ke dalam mulut yang disebut ludah atau air liur atau saliva. Secara normal air liur diproduksi sebanyak 1 - 1,5 liter setiap hari. Air liur mempunyai komposisi air 97 - 98 %, glukoprotein, ptialin (amilase), dan garam-garam alkali. Amilase atau ptialin merupakan enzim yang berfungsi mengubah amilum menjadi maltosa atau glukosa. Hal ini dapat dibuktikan apabila kamu makan roti tawar, lama kelamaan akan terasa manis.


Air liur memiliki dua fungsi, yaitu secara mekanis dan secara kemis. Secara mekanis, air liur berfungsi membasahi, melumasi makanan menjadi lunak dam berbentuk pasta sehingga mudah di telan. Sedangkan, secara kemis, air liur berfungsi melarutkan makanan yang kering sehingga bisa dirasakan, menjaga pH mulut, membunuh bakteri dan mencegah agar mulut tidak kering.


Kelenjar ludah di dalam mulut ada tiga, yaitu kelenjar submandibularis, sublingualis, dan parotis. Kelenjar submandibularis, terdapat di bawah rahang bagian tengah. Kelenjar sublingualis, terdapat di bawah dasar rongga mulut. Kelenjar parotis, terletak di bawah bagian depan telinga.


Kelenjar liur

Kelenjar liur
Illu quiz hn 02.jpg
Kelenjar liur: #1 adalah Kelenjar Parotis, #2 adalah Kelenjar Submandibula, #3 adalah Kelenjar Sublingua
Parotid gland en.png
glandulae salivariae
Kelenjar liur atau kelenjar ludah pada mamalia adalah kelenjar eksokrin, yaitu kelenjar yang mempunyai saluran sendiri, yang memproduksi air liur. Kelenjar ini juga menyekresi amilase, enzim yang memecah karbohidrat menjadi maltosa. Pada organisme lain seperti serangga, kelenjar ini sering digunakan untuk memproduksi protein yang penting secara biologis, seperti sutra atau lem. Kelenjar liur lalat mengandung kromosom politenol yang berguna dalam riset genetik.
Kelenjar ini pada manusia terdapat di bawah lidah. Produksi air ludah dapat terganggu apabila terjadi dehidrasipanas dalam, atau disebabkan oleh suatu penyakit.
Kelenjar Parotis[sunting | sunting sumber]
Kelenjar parotis adalah sepasang kelenjar-liur yang terbesar. Ia dikelilingi oleh ramus mandibula dan menyekresikan air liur melalui Duktus Stensen menuju kavum oral untuk membantu mengunyah dan menelan.25% menghasilkan air liur.
Kelenjar Submandibula[sunting | sunting sumber]
Kelenjar Submandibula adalah sepasang kelenjar yang terletak di rahang bawah, di atas otot digatrik. Produksi sekresinya adalah campuran serous dan mukous dan masuk ke mulut melalui duktus Wharton. Walaupun lebih kecil daripada kelenjar parotis, sekitar 70% saliva di kavum oral diproduksi oleh kelenjar ini.
Kelenjar Sublingua[sunting | sunting sumber]
Kelenjar Sublingua adalah sepasang kelenjar yang terletak di bawah lidah di dekat kelenjar submandibula. Sekitar 5% air liur yang masuk ke kavum oral keluar dari kelenjar ini.
Kelenjar Liur Minor[sunting | sunting sumber]
Terdapat lebih dari 600 kelenjar liur minor yang terletak di kacum oral di dalam lamina propria mukosa oral. Diameternya 1-2mm. Kelenjar ini biasanya merupakan sejumlah asinus yang terhubung dalam lobulus kecil. Kelenjar liur minor mungkin mempunyai saluran ekskresi bersama dengan kelenjar minor yang lain, atau mungkin juga mempunyai saluran sendiri. Secara alami, sekresi utamanya adalah mukous (kecuali Kelenjar Von Ebner) dan mempunyai banyak fungsi, seperti membasahi kavum oral dengan saliva. Masalah gigi biasanya berhubungan dengan kelenjar liur minor.[1]
Kelenjar Von Ebner terletak di papilla sirkumvalata lidah. Kelenjar ini mensekresikan cairan serous yang memulai hidrolisis lipid. Kelenjar ini adalah komponen esensial indra perasa.


Kelenjar ludah menghasilkan air liur (saliva) atau ludah. Ada tiga pasang kelenjar pada kelenjar ludah dalam rongga mulut yaitu:
1.    Kelenjar parotis, terletak di bawah telinga
2.    kelenjar submandibularis, terletak di rahang bawah
3.    kelenjar sublingualis, terletak di bawah lidah.
Kelenjar parotis menghasilkan ludah yang berbentuk cair. Kelenjar submandibularis dan kelenjar sublingualis menghasilkan getah yang mengandung air dan lendir. Ludah berfungsi untuk memudahkan penelanan makanan. Jadi, ludah berfungsi membasahi dan melumasi makanan sehingga mudah ditelan. Selain itu, ludah juga melindungi selaput mulut terhadap panas, dingin, asam dan basa.
Kelenjar ludah dan fungsi kelenjar ludah
Gambar letak kelenjar pada mulut manusia
Di dalam ludah terdapat enzim ptialin (amilase). Enzim ptialin berfungsi mengubah makanan dalam mulut yang mengandung zat karbohidrat (amilum) menjadi gula sederhana (maltosa). Maltosa mudah dicerna oleh organ pencernaan selanjutnya. Enzim ptialin bekerja dengan baik pada pH antara 6,8-7 dan suhu 37 derajat Celsius.
Berdasarkan ulasan diatas dapat dikatakan bahwa fungsi kelenjar ludah adalah untuk menghasilkan ludah yang mengandung enzim, air, lendir yang sangat berperan dalam proses pencernaan makanan khususnya pencernaan tahap pertama manusia yaitu pada mulut tempat dikunyahnya makanan menggunakan makanan.
Sekian artikel biologi tentang kelenjar ludah dan fungsinya


Jenis kelenjar saliva dan muaranya
Macam-macam kelenjar ludah :
1.         Kelenjar ludah utama /  mayor /  besar-besar
Kelenjar-kelenjar ludah besar terletak agak jauh dari rongga mulut dan sekretnya disalurkan melalui duktusnya kedalam rongga mulut.
Kelenjar saliva mayor terdiri dari :
Ø      Kelenjar Parotis , terletak dibagian bawah telinga dibelakang ramus mandibula
Ø      Kelenjar Submandibularis (submaksilaris) , terletak dibagian bawah korpus mandibula
Ø      Kelenjar Sublingualis ,  terletak dibawah lidah
Kelenjar ludah besar sangat memegang peranan penting dalam proses mengolah makanan.

Kelenjar Parotis
v     Kelenjar parotis merupakan kelenjar ludah terbesar yang terletak antara prossesus mastoideus dan ramus mandibula.
v     Duktus kelenjar ini bermuara pada vestibulus oris pada lipatan antara mukosa pipi dan gusi dihadapan molar 2 atas.
v     Kelenjar parotis dibungkus oleh jaringan ikat padat
v     Mengandung sejumlah besar enzim antara lain amilase lisozim, fosfatase asam, aldolase, dan kolinesterase.
v     Jaringan ikat masuk kedalam parenkim dan membagi organ menjadi beberapa lobus dan lobulus
v     Secara morfologis kelenjar parotis merupakan kelenjar tubuloasinus (tubulo-alveolar) bercbang-cabang (compound tubulo alveolar gland)
v     Asinus-asinus murni serus kebanyakan mempunyai bentuk agak memanjang dan kadang-kadang memperlihatkan percabangan-percabangan
v     Antara sel-sel asinus membran basal terdapat sel-sel basket
v     Saluran keluar utama ( duktus interlobaris) disebut duktus stenon (stenson) terdiri dari epitel berlapis semu.
v     Kearah dalam organ duktus ini bercabang-cabang menjadi duktus interlobularis dengan sel-sel epitel berlapis silindris
v     Duktus interlobularis tadi kemudian bercabang-cabang menjadi duktus intralobularis. Kebanyakan duktus intralobularis merupakan duktusPfluger yang mempunyai epitel selapis silindris yang bersifat acidophil dan menunjukkan garis-garis basal
v     Duktus Boll pada umumnya panjang-panjang dan menunjukkan percabangan
v     Duktus Pfluger agak pendek
v     Sel-selnya pipih dan memanjang
v     Pada jaringan ikat interlobaris dan interlobularis terlihat banyak lemakyang berhubungan dengan “kumpulan lemak bichat” (Fat depat of bichat). Juga pada jaringan tersebut terlihat cabang-cabang dari Nervus Facialis dan pembuluh darah

Kelenjar submandibularis (submaksilaris)
v     Kelenjar ini terletak disebelah dalam korpus mandibula dan mempunyai duktus ekskretoris (Duktus Wharton) yang bermuara pada dasar rongga mulut pada frenulum lidah , dibelakang gigi seri bawah.
v     Merupakan kelenjar yang memproduksi air liur terbanyak
v     Seperti juga kelenjar parotis, kelenjar ini diliputi kapsel yang terdiri dari jaringan ikat padat yang juga masuk ke dalam organ dan membagi organ tersebut menjadi beberapa lobulus
v     Secara morfologis kelenjar ini merupakan kelenjar tubuloalveolar / tubuloacinus bercabang-cabang (compound tubulo alveolar gland)
v     Percabangan duktusnya sama dengan glandula parotis demikian pula sel-selnya
v     Bentuk sinus kebanyakan memanjang
v     Antara sel-sel asinus membran basal terdapat sel-sel basket
v     Duktus Boll : pendek, sempit sehingga sukar dicari dalam preparat bila dibandingkan glandula parotis. Selnya pipih dan memanjang
v     Duktus Pfluger : lebih panjang daripada duktus pfluger kelenjar parotis dan menunjukkan banyak percabangan sehingga dalam preparat lebih mudah dicari

Kelenjar sublingualis
v     Merupakan kelenjar terkecil dari kelenjar-kelenjar ludah besar
v     Terletak pada dasar rongga mulut, dibawah mukosa dan mempunyai saluran keluar (duktus ekskretorius) yang disebut Duktus Rivinus
v     Bermuara pada dasar rongga mulut dibelakang muara duktus Wharton pada frenulum lidah
v     Glandula sublingualis tidak memiliki kapsel yang jelas tetapi memiliki septa-septa jaringan ikat yang jelas/tebal
v     Secara morfologis kelenjar ini merupakan kelenjar tubuloalvioler bercabang-cabang  (compound tubuloalveolar gland)
v     Merupakan kelenjar tercampur dimana bagian besar asinusnya adalah mukus murni
v     Duktus ekskretoris sama dengan glandula parotis
v     Duktus Pfluger sangat pendek
v     Duktus Boll sangat pendek dan bentuknya sudah tidak khas sehingga dalam preparat sukar ditemukan
v     Pada jaringan ikat interlobularis tidak terdapat lemak sebagai glandula parotis

2.         Kelenjar ludah tambahan /  minor / kecil-kecil
Kebanyakan kelenjar ludah merupakan kelenjar kecil-kecil yang terletak di dalam mukosa atau submukosa (hanya menyumbangkan 5% dari pengeluaran ludah dalam 24 jam) yang diberi nama lokasinya atau nama pakar yang menemukannya. Semua kelenjar ludah mengeluarkan sekretnya kedalam rongga mulut.
Ø      Kelenjar labial (glandula labialis) terdapat pada bibir atas dan bibir bawah dengan asinus-asinus seromukus
Ø      Kelenjar bukal (glandula bukalis) terdapat pada mukosa pipi, dengan asinus-asinus seromukus
Ø      Kelenjar Bladin-Nuhn ( Glandula lingualis anterior) terletak pada bagian bawah ujung lidah disebelah menyebelah garis, median, dengan asinus-asinus seromukus
Ø      Kelenjar Von Ebner (Gustatory Gland = albuminous gland) terletak pada pangkal lidah, dnegan asinus-asinus murni serus
Ø      Kelenjar Weber yang juga terdapat pada pangkal lidah dengan asinus-asinus mukus .
Kelenjar Von Ebner dan Weber disebut juga glandula lingualis posterior
Ø      Kelenjar-kelenjar pada pallatum dengan asinus mukus .

Struktur-struktur kelenjar saliva
Tiap-tiap kelenjar sebagai suatu organ terdiri dari:
1.         Parenkim, yaitu bagian kelenjar yang terdiri dari asinus-asinus dan duktus-duktus bercabang.
Asinus merupakan bagian-bagian sekretoris yang mengeluarkan sekret. Sekret ini akan dialirkan melalui suatu duktus untuk menyalurkan sekret kemana mestinya.
2.         Stroma / jaringan ikat interstisial yang merupakan jaringan antara asinus dan duktus tersebut.
Jaringan ikat ini membungkus organ (kapsel) dan masuk kedalam organ dan membagi organ tersebut menjadi lobus dan lobulus. Pada jaringan ikat tersebut ditemukan duktus kelenjar, pembuluh darah,s erat saraf dan lemak.

Kelenjar saliva mayor terdiri dari beberapa jenis sel:
1.    Unit sekretori
Terdiri dari : sel-sel asinar ,  duktus interkalaris , duktus striata , dan main excretory ducts.
Sebagai tambahan kepada sel-sel ini yang bertanggung jawab besar untuk sekresi dan modifikasi dari saliva, sel-sel plasma juga berkontribusi pada sekresi saliva, setidaknya pada kelenjar minor.
2.    Unit non sekretori
Terdiri dari myoepitel sel dan sel saraf


Sel-sel asinar
Merupakan unit sekretori sel.
Sel asinar mengandung olyco protein, protein dan elektrolit.
Menurut sekretnya , asinus dapat dibedakan menjadi asinus serus, mukus, dan tercampur
a.       Asinus serus
–    Sekretnya encer
–    Terdapat pada kelenjar parotis
–    Pengecatan HE bewarna ungu kemerahan
–    Lumennya sempit
–    Batas sel sukar dilihat dan antara sel terdapat kanalikuli sekretoris interseluler
–    Inti sel bulat kearah basal
–    Penampakan sel tergantung fase sekresi selnya, dimana pada fase istirahat, bagian apikalnya banyak terdapat butir sekresi (zimogen) sehingga inti sel terdesak ke basal. Dan setelah sekresi sel, maka sel menjadi mengecil.
–    Terdapat sel myoepitel diantara sel kelenjar dan membran basal yang dapat berkontraksi untuk membantu mengeluarkan sekret asinus

b.      Asinus mukus
–    Sekretnya kental
–    Terdapat pada kelenjar saliva minor /  tambahan / kecil-kecil
–    Pengecatan HE berwarna jernih kebiruan
–    Lumennya besar
–    Batas sel lebih jelas terlihat, tidak terdapat kanalikuli interseluler sehingga sekretnya langsung dituangkan oleh sel sekretoris kedalam lumen asinus
–    Inti sel pipih kearah basal
–    Pada fase istirahat, sitoplasmanya mengandung butir mucigen yang sering rusak saat preparat fifiksasi/dicat sehingga sel menjadi lebih terang
–    Terdapat sel myoepitel
–    Organela selnya berbeda dengan sel serus, dimana terdapat lebih sedikit mitokondria, RE, dan banyak apparatus golgi sehingga terdapat lebih banyak komponen karbohidrat pada sekretnya

c.       Asinus campuran
–    Yang dimaksud dengan kelenjar-kelenjar yang mempunyai asinus tercampur, adalah kelenjar-kelenjar yang mempunyai baik asinus serus maupun asinus-asinus mukus sebagai parenkimnya. Campuran tersebut dapat berupa asinus-asinus murni mukus dengan asinus-asinus murni serus atau dapat pula satu asinus mempunyai bagian mukus dan serus bersama-sama
–    Kelenjar submandibularis (submaksilaris) memiliki sel serus lebih banyak dari pada sel mukusnya
–    Kelenjar sublingualis memiliki sel mukus lebih banyak daripada sel serusnya
–    Pada asinus tercampur sel-sel mukus sering didapatkan dekat duktus sedangkan sel-sel serus pada bagian yang jauh dari duktus
–    Kadang-kadang sel mukus berasal dari melendirnya sel-sel asinus karena terganggunay pengeluaran sekretnya. Gangguan tersebut sering terjadi pada duktus Boll
–    Bila dalam satu asinus sel-sel mukus lebih banyak lagi, maka sel-sel albumin (serus) tadi akan terdesak kearah apikal (puncak) asinus, sehingga sel-sel serus tadi merupakan suatu lengkungan yang pada penampang sering terlihat sebagai bulan sabit, yangs ering disebut lanula Gianuzzi (Demilines of Haidenhain, Crescent of Gianuzzi, serous demilunes of Gianuzzi). Bagian ini masih mempunyai kanalikuli sekretoris interseluler yang bermuara ke lumen asinus.

Duktus
Saluran kelenjar ludah terdiri dari beberapa bagian yang panjangnya berbeda-beda menurut jenis kelenjar. Jika dipandang dari segi lobulasi, ada yang letaknya intralobularis dan ada yang interlobularis.
1. Duktus intralobularis
a.    Duktus interkalaris (Duktus Boll)
– Duktus yang menghubungkan asinus dengan saluran berikutnya (duktus Pfluger)
– Bersifat non sekretorius
– Terdiri dari epitel selapis pipih atau selapis kubis
– Fungsi :  a. mengatur sekresi saliva asinar
   b. memodifikasi komponen elektrolit
   c. mengangkut komponen makromolekuler

b.   Duktus sekretorius (Pfluger)
– Duktus yang lebih besar dan bersifat sekretorious, sehingga disebut juga duktus salivatorius, terutama menghasilkan Ca dan air
– Epitelnya terdiri dari epitel selapis kubis sampai silindris dimana bagian basalnya menunjukkan garis-garis sehingga juga disebut striated duct (duktus bergaris-garis)
–   Fungsi : a.   Transport elektrolit dengan menyerap sodium dari sekresi utama          diangkut keluar melalui pembuluh darah kapiler
 b.  memodifikasi kompisisi elektrolit saliva

2. Duktus Interlobularis
      Duktus pfluger tadi dilanjutkan oleh saluran yang lebih besar keluar dari lobulus kelenjar tadi, masuk ke dalam jaringan ikat interlobular. Saluran ini merupakan duktus pengeluaran atau eksretorius yang mengalirkan saliva ke dalam rongga mulut. Terdiri dari epitel selapis silindris atau berlapis semu dan dekat muara duktus, epitel ini berubah menjadi epitel berlapis pipih dan berlanjut ke epitel rongga mulut.
Penamaan duktus berdasarkan atas pakar yang menemukannya :
§          Kelenjar parotis : Stensen
§          Kelenjar Submandibular (submaksilaris) : Whartoni
§          Kelenjar Sublingualis : Bartholini
Fungsi = Resorpsi Na dan sekresi K

Sel Myoepitel
–       Terdapat dalam asinar
–       Fungsinya untuk mengatur pergerakan saliva dari asinar kesistem duktus dengan cara kontraksi asinar

Apa yang terjadi pada saluran saliva saat melewati saluran tersebut :
            1. Sekresi bikarbonat dan Kalium (Potassium)
            2. Reabsorbsi Natrium dan Chlorida

Saraf kelenjar ludah
–       Kelenjar ludah disarafi oleh saraf simpatis dan parasimpatis (N VII)
–       Saraf parasimpatis = merangsang keluarnya saliva
–       Saraf simpatis = merangsang reseptor α dan β

Kelenjar ludah mendapatkan supply saraf parasimpatis dari nukleus ludah inferior, kelenjar submandibula dan sublingualis mendapat supply saraf dari nukleus ludah superior. Supply saraf simpatis untuk kelenjar parotis, submandibularis, sublingualis berasal dari ganglion simpatis servikal superior, dengan pleksus saraf yang berjalan ke kelenjar ludah di sepanjang arteri. Kelenjar ludah minor mungkin juga mempunyai supply saraf simpatis dan parasimpatis.

Sekresi kelenjar ludah
Saliva atau ludah merupakan campuran dari beberapa sekresi kelenjar ludah. Sekresi normal saliva sehari berkisar antara 800 – 1500 ml. Pada umumnya saliva merupakan cairan viskus, tidak berwarna yang mengandung air, mukoprotein, immunoglobulis, karbohidrat komponen-komponen organis seperti, Ca, P, Na, Mg, Cl, Fe, dan J. Kecuali itu saliva mengandung pula enzim amilase yaitu ptialin Selanjutnya saliva juga mengandung sel-sel desquamasi yang lazim disebut korpuskulus salivatorius. Komposisi saliva tadi sangat tergantung pada keaktivan kelenjar-kelenajar ludah. Sekresi kelenjar ludah dapat terjadi oleh beberapa faktor, yaitu : reflek saraf, rangsangan mekanis, rangsangan kimaiwi. Bahan makanan dan zat kimia dapat memberi rangsangan langsung pada mukosa mulut. Bahan makanan juga dapat merangsang serat saraf eferens yang berasal dari bagian thorakal. Sekresi air ludah dapat pula timbul secara reflektoris hanya dengan jalan mencium bau makanan, melihat makanan, atau dengan memikirkan dan membayangkan makanan saja.
            Saliva mengandung 2 tipe sekresi protein yang utama yaitu : sekresi serus ( merupakan enzim untuk mencernakan serat à ptyalin) , sekresi mukus (untuk pelumasan dan perlindungan permukaan).
Pada umumnya kelenjar ludah kaya dengan pembuluh darah. Pembuluh darah besar berjalan bersama-sama dengan duktusnya pada jaringan ikat interlobularis dan memberi cabang-cabang mengikuti cabang-cabang duktusnya kedalam lobuli, dimana pada akhirnya ia membentuk anyaman-anyaman kapiler mengitari asinus dan akhirnya kembali membentuk vena yang berjalan bersama-sama dengan pembuluh darah arterinya.
Faktor yang mempengaruhi sekresi saliva :
Ø       Irama siang malam
Ø       Sifat dan besar stimulus
Ø       Tipe kelenjar
Ø       Diet
Ø       Umur, jenis kelamin dan fisiologi seseorang
Ø       Kadar hormon
Ø       Elektrolit
Ø       Kapasitas buffer
Ø       Obat-obatan
Ø       Gerak badan

Letak kelenjar ludah
Gambar 1. Letak kelenjar ludah
Keterangan :
1.    Glandula parotis merupakan kelenjar ludah di dekat telinga, menyekresikan ludah yang mengandung enzim ptialin (amilase).
2.    Glandula submaksilaris merupakan kelenjar ludah di samping rahang atas, menyekresikan ludah yang mengandung air dan lendir.
3.    Glandula submandibularis merupakan kelenjar ludah di bawah lidah, menyekresikan ludah yang mengandung air dan lendir.